Friday, February 23, 2024
Google search engine
HomeFiqihDisunnahkan Menghidupkan Malam Hari Raya Id

Disunnahkan Menghidupkan Malam Hari Raya Id

Disunnahkan menghidupkan malam hari raya id dengan beribadah semisal sholat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bertasbih, berdo’a, beristighfar, dan yg selainnya.
Diriwayatkan oleh Abu Umamah radhiallahu’anhu, Nabi ﷺ bersabda,
من أحيا ليلتي العيد، لم يمت قلبه يوم تموت القلوب
“Barangsiapa yg menghidupkan malam hari raya id, maka tidak akan mati hatinya di hari matinya hati” (HR. Ibnu Majah)
Imam Syafi’i rahimahullaah menyebutkan
إن الدعاء يستجاب في خمس ليال: في ليلة الجمعة، و ليلة الأضحى، و ليلة الفطر، و أول ليلة من رجب، و ليلة النصف من شعبان
Sesungguhnya doa itu mustajab di lima malam, yaitu pada malam jum’at, malam hari raya idul adha, malam hari raya idul fithri, awal malam dari bulan rajab, dan malam hari pada pertengahan sya’ban.
Referensi:
Al-mu’tamad fil Fiqhi Asy-Syafi’i, cet. Darul Qolam, Juz 1 hal. 564
ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Tinggalkan komentar anda!
Tolong masukkan nama anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Paling populer

Komentar Terakhir