Tujuan Diciptakannya Makhluk

0
28

Segala sesuatu yang dibuat (diciptakan) pastilah memiliki maksud dan tujuannya. Demikian pula manusia (makhluk), hidupnya manusia di muka bumi ini pastilah memiliki tujuan tersendiri. Akan tetapi, apa maksud tujuan diciptakannya makhluk?

Sebagai seorang muslim wajib untuk mengetahui bahwasanya tujuan diciptakannya makhluk adalah untuk mentauhidkan Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Adz-Dzariyyat [51]: 56)

al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah di dalam kitab tafsirnya menafsirkan bahwa bukanlah Allah ta’ala  membutuhkan ibadah-ibadah yang dilakukan oleh makhluk-Nya.

Kemudian beliau rahimahullah membawakan riwayat Ali bin Abi thalhah bahwa Ibnu Abbas radhiallaahu’anhu menafsirkan ayat tersebut adalah agar para makhluk tunduk beribadah kepada Allah ta’ala baik secara sukarela ataupun terpaksa.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi setiap muslim hanyalah melakukan penghambaan diri (beribadah) kepada Allah ta’ala semata.

Tidaklah Seorang Nabi dan Rasul Diutus, Melainkan Untuk Mendakwahkan Tauhid (Agar Beribadah Hanya Kepada Allah Ta’ala Semata)

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’ … ” (An-Nahl [16]: 36)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’. ” (Al-Anbiya [21]: 25)

al-Imam Ibnu Katsir rahimahullaah di dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

dua ayat di atas sangatlah jelas menerangkan bahwa dakwah nya para Nabi dan Rasul adalah dakwah tauhid (beribadah hanya kepada Allah ta’ala semata, dan menjauhi thagut (sesembahan selain Allah ta’ala)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here