Kaidah dalam Memahami Tauhid (1)

0
18

Kaidah dalam Memahami Tauhid (1)

 

Tauhid merupakan inti ajaran Islam. Akan tetapi, bagaimana cara memahami tauhid yang benar? Wajib bagi kita untuk mengembalikan penetapan ini kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, agar penetapan itu benar dan selamat. berikut kaidah-kaidah dalam mehamai tauhid yang perlu diketahui setiap muslim.

1. Mengakui Tauhid Rububiyyah Semata Tidaklah Menjadikan Seorang Masuk ke dalam Islam

Ketahuilah bahwasanya orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dahulu juga mengakui bahwasanya Allah Ta’ala sebagai pemberi rezeki, pencipta dan pengatur alam semesta (Tauhid Rububiyyah). Namun, pengakuan tersebut tidaklah memasukkan mereka ke dalam Islam.Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ والأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللّهُ فَقُلْ أَفَلاَ تَتَّقُونَ

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (Yunus [10]: 31)

 

2. Orang-orang Musyrik Terdahulu Tidaklah Berdoa dan Menyembah kepada Selain Allah, Melainkan untuk Mendekatkan Diri dan Mencari Syafa’at

Ketahuilah bahwasanya kaum musyrikin yang diberikan nama sebagai orang musyrik oleh Allah Ta’ala dan dihukumi kekal di neraka, tidaklah menyekutukan Allah dalam hal Tauhid Rububiyyah. Hanya saja mereka menyekutukan Allah Ta’ala dalam meng-esa-kan peribadahan kepada-Nya (Tauhid Uluhiyyah). Mereka tidak mengatakan bahwa sesembahan yang mereka sembah mampu memberikan rezeki, memberikan manfaat atau mampu mengatur bersama Allah Ta’ala. Akan tetapi, mereka telah menjadikan sesembahan yang mereka sembah sebagai pemberi syafa’at dan sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya” (Az-Zumar [39]: 3)

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَـؤُلاء شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللّهِ

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa’atan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah” (Yunus [10]: 18)

Bersambung.. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here