Sebab-Sebab Meraih Lapangnya Hati #5: Merutinkan Berdzikir kepada Allah

0
90
  1. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin حفظه الله menjelaskan bahwa di antara sebab yang kelima meraih hati yang lapang ialah merutinkan berdzikir

Sesungguhnya merutinkan berdzikir merupakan sebab terbesar untuk meraih lapangnya hati, tenangnya jiwa, hilangnya kesedihan serta kegelisahan, dan tidak akan lenyap kesusahan melainkan dengan berdzikir kepada Allah.

ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَتَطۡمَىِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَىِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yg beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan berdzikir kepada Allah. Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (Ar-Ra’du: 28)

Maka sudah sepatutnya bagi seorang hamba memperbanyak dzikir kepada Allah ta’ala dalam setiap hal keadaan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. (Al-Ahzab: 41-42)

Dan lawannya berdzikir ialah sikap lalai, yaitu yang menjadikan hati menjadi gelap, kesedihan di dalam dada, dan kesulitan di dalam kehidupan. Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Permisalan orang yang mengingat Rabb-nya dengan orang yang tidak mengingat Rabb-nya seperti orang yang hidup dengan yang mati.” (HR. Bukhori no. 6407)

Allah ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَۙ

“Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud” (Al-Hijr: 97-98)

Syaikh As-Sa’di menafsirkan

أكثر من ذكر الله وتسبيحه وتحميده والصلاة فإن ذلك يوسع الصدر ويشرحه ويعينك على أمورك

memperbanyak dzikir, bertasbih, bertahmid dan sholat, maka semua hal tsb akan melapangkan hati, menenangkan hati dan memperbaiki urusan anda

Referensi
‘Asyarotu Asbaab Li-insyiroohil Shodri, cet. Maktabah Itqon, hal. 23-25

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here