Keutamaan Menafkahi Keluarga

0
14

Keutamaan Menafkahi Keluarga. Terdapat hadits dari Abu Hurairah radhiallaahu’anhu, Nabi ﷺ bersabda,

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِي رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِي أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

“Dinar (harta) yang kamu belanjakan di jalan Allah dan dinar (harta) yang kamu berikan kepada seorang budak wanita, dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin serta dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu. Maka yang paling besar ganjaran pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR. Muslim no. 995)

Maka sedekah yg paling baik dan paling utama ialah terhadap keluarga. Para ulama mengatakan bahwasanya yg dimaksudnya dengan keluarga ialah mereka (para istri) Dan hendaknya bagi para suami menjadikan nafkahnya kepada istri dan anak-anaknya dengan niatan mengharap wajah Allah.

Nabi ﷺ pernah bersabda kepada Sa’id bin Abi Waqash radhiallaahu’anhu,

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ

“Sesungguhnya, tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah kecuali kamu akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kamu suapkan ke mulut istrimu” (HR. Bukhori no. 56)

Referensi
Fiqhun Nikaahu wal ‘Isyroti baina Az-Zaujaini, cet. Darul Mirats An-Nabawi, hal. 122

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here